Showing posts with label materi-Renungan. Show all posts
Showing posts with label materi-Renungan. Show all posts

Tuesday, April 19, 2011

Hal-hal Mengenai WALIMATUL URSY


ADAB MENGHADIRI WALIMAH

1. Meniatkannya untuk ibadah, memenuhi hak sesama muslim

2. Menutup Aurat

        Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda," Wahai Asma`, sesungguhnya seorang wanita apabila telah mencapai kedewasaan, tidak pantas terlihat darinya kecuali ini dan ini." Beliau memberi isyarat pada muka dan telapak tangan. 

3. Memperhatikan adab-adab makan

        Dari umar ibn Abu Salamah, ia Radiyallahu anhu berkata," Rasulullah Shallallauhu Alaihi wa Sallam bersabda," Nak, sebutlah nama Allah (Bacalah basmalah), makanlah dengan tangan kananmu, dan makan makanan yang dekat di sekitarmu." 
    
        Dari Annas, Radiyallahu Anhu, ia berkata," Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang seseorang untuk minum sambil berdiri." Kemudain kami bertanya kepada Anas tentang makan sambil berdiri, maka ia menjawab," itu lebih buruk lagi!" 
    
        Dari Abu Hurairah ia berkata," sekali-kali Rasulullah tidak penah mencela  makanan, bila beliau suka, beliau memakannya, bila tidak beliau meninggalkannya." 


4. Mendoakan Mempelai


        Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihu wa Sallam bila memberi selamat kepada orang yang sedang menikah, beliau berdoa: 

بارك الله لك وبارك الله عليك وجمع بينكما في خير.

        Baa rakallahu laka wa baa rakallahu `Alaika wa jama`a bainakuma fii khoir

    " Semogah Allah memberi barokah padamu (Dalam suka) dan semoga Allah memberi barokah atasmu(Dalam duka), Dan semoga Ia menghimpun kalian berdua dalam kebaikan."  

5. Mendoakan Tuan Rumah Atas Hidangannya

        Dari Abdullah ibn basar, bahwa bapaknya pernah membuatkan makanan untuk Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam,lalu ia mengundang beliau untuk makan,beliau memenuhi undangannya, setelah selesai makan beliau berdoa:

اللهم اغفرلهم وارحمهم وبارك لهم في ما رزقتهم

        " Ya Allah ampunilah mereka, sayangilah mereka, dan berikanlah barakah pada makanan yang telah engkau anugrahkan kepada mereka."    


HAL-HAL BERKAITAN DENGAN WALIMAH
    
A. Kewajiban Walimah

Rasulullah Shollallahu Alaihi wa Sallam bersabda, " Untuk satu pengantin- dalam riwayat lain: Sepasang pengantin- harus diadakan walimah." 

B. Pengertian walimah

Rasulullah Shollallahu Alaihi wa Sallam bersabda, " …. Rahasiakanlah pinangan dan umumkanlah pernikahan…." 

Dari Anas ibn Malik Rodiyallahu anhu berkata, " Tatkala Rasullullah Shallallahu `Alaihi wa Sallam menikahi seorang perempuan, beliau mengutus saya agar mengundang orang-orang untuk menghadiri jamuan makan." 

C. Tempat Walimah

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, " Umumkanlah pernikahan ini. Adakanlah di dalam masjid dan meriakanlah dengan pukulan rebana." 

Ketika Abu Usaid As Sa`adi menikah, dia mengundang Nabi Shollallahu Alaihi wa Sallam dan para sahabat kerumahNya.." 

D. Waktu Walimah 

Dari Anas ibnu Malik, ia Radiyallahu Anhu berkata," Dikala Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam menikahi Shafiyah binti Huyyai, beliau menjadikan pembebasan diri Shafiyah sebagai mahar.beliau mengadakan walimah selama tiga hari." 

E. Hidangan Walimah

Dari Anas ibn Malik, ia Radhiyallahu Anhu berkata," … suatu ketika ia (Abdurrahman bin Auf) dating kepada Rasulullah mengenakan pakaian yang penuh dengan noda-noda minyak wangi za`faron ( dalam riwayat lain : minyak wangi kholuq). Rasulullah bertanya padanya," ada apa denganmu?". 'Abdurrahman menjawab, " ya Rasulullah, saya telah menikah dengan wanita anshar." Rasulullah bertanya,"Apa maharnya?'. Ia menjawab,"emas satu nawat." Beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,"semoga Allah memberkati pernikahanmu… adakanlah walimah meski hanya dengan seekor kambing.." 

F. Bolehnya Hidangan Walimah Tanpa Daging

Dari Anas ibn Malik, ia Radiyallahu Anhu berkata,"… dalam walimah tersebut tidak terhidang roti maupun daging, saya hanya disuruh beliau Shallallahu Alaihi wa Sallam untuk mengambil alas makan dari lembaran kulit yang disamak rapi, lalu saya hamparkan. Kemudian saya meletakkan karma, keju dan minyak samin di atas alas makan itu .(lalu para tamu makan hingga mereka kenyang). 


G. Tidak Boleh Hanya Mengundang Orang Kaya Saja

Rasulullahi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, "...Sejelek-jelek makanan adalah hidangan walimah yang orang-orang kaya diundang menghadirinya, tetapi orang-orang miskin tidak diundang. Barang siapa tidakmemenuhi undangan walimah maka ia telah mendurhakai Allah dan RasulNya."   

H. Wajib Mendatangi Undangan Walimah Meski Sedang Berpuasa

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,"...barang siapa tidak memenuhi undangan walimah sungguh dia telah mendurhakai Allah dan RasulNya."  

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,"bila salah seorang dari kalian diundang untuk menghadiri jamuan makanan, hendaklah ia memenuhi undangan tersebut. Jika tidak sedang berpuasa hendaklah ia ikut makan, dan jika sedang berpuasa, hendaklah ia ikut mendoakan." 

I. Adab Menyelenggarakan Walimah

   (1)     Menghilangkan Peran Oknum, Ritual-ritual, dan perangkat-perangkat yang   kesemuanya Bernuansa Kemusyrikan
    
           Rasulullah bersabda,"Barang siapa mendatangi tukang ramal, atau dukun, lalu mempercayai apa yang dikatakannya,maka sungguh ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam." 

           Rasulullah bersabda," Tidak ada Adwa, Thiyarah, Hamah, dan Shafar. (Tidak ada pula Nau` serta Ghu). 

           `Adwa adalah penjangkitan dan penularan penyakit.maksudnya Rasulullah menolak anggapan jahiliyah bahwa penyakit menular tanpa kehendak Allah Subhanahu wa Ta`ala. Thiyarah adalah merasa akan bernasib sial atau baik, karena melinat burung, binatang-binatang tertentu, hal-hal tertentu, atau apa saja. Hamad adalah burung hantu, orang jahiliyah percaya bahwa burung ini membawa musibah. Shafar adalah bulan sesudah Muharram. Orang arab jahiliyah menganggap bahwa bulan ini adalah waktu yang membawa sial, tidak baik mengadakan acara. Pada masyarakat jawa justru bulan Muharram yang diangggap seperti ini. Nau` adalah salah satu nama binatang, orang arab jahiliyah menganggapnya sebagai pembawa hujan dan kesuburan. Anggapan ini sangat bertentangan dengan tauhid. Ghul adalah hantu, gendaruwo. Maksudnya bukan mengingkari eksestensinya, akan tetapi seharusnyalah manusia tidak takut kepadanya dan bersegera memohon perlindungan kepada Allah.
    
           Rasulullah bersabda," Barang siapa menggantungkan suatu barang (Dengan anggapan bahwa barang itu dapat bermanfaat, melindungi, atau menolak bala) maka Allah akan menjadikannya selalu tergantung kepada barang itu." 
    
           Jikalau ada Nadzar, dan merasa harus melunasinya, maka sungguh Rasulullah telah bersabda:" barang siapa bernadzar dalam ketaatan kepada Allah, hendaklah ia mentaatinya, dan barang siapa bernadzar dalam kemaksiatan, maka janganlah ia berma`siat dengan menunaikan Nadzarnya." 

   (2). Penyajian Hiburan 

           " `Aisyah pernah menikahkan kerabatnya dari golongan anshar. Maka datanglah Rasulullah seraya bersabda," Apakah kalian akan memberi hadiah pada gadis it?" Mereka menjawab,"ya" Rasulullah bertanya," apakah kalian kirim bersamanya seseorang untuk berghina?' `Aisyah menjawab,"tidak!" lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda," sesungguhnya orang-orang Anshar adalah orang-orang melankolis.alangkah baiknya jika kau kirim bersama gadis itu orang-orang yang menyenandungkan, "kami datang...kami datang. Marilah kami... marilah kalian" 
    
           Syarat hiburan di sini adalah : penyajiannya yang menjaga penampilan sesuai syariat dan sajiannya yang tidak mengandung unsur-unsur yang dilarang syariat. Tidak boleh ada pujian terhadap hal-hal yang haram seperti khamr, tidak boleh syairnya mengisahkan hal yang haram. Hiburan dan keramain ini oleh Rasulullah disebut sebagai pembeda antara yang haram (perzinaan) dengan yang halal (pernikahan), karena pernikahan seharusnyalah diumumkan pada halayak dengan keramain sementara perzinaan umumnya sembunyi-sembunyi.

           Rasulullah bersabda,"Pemisah antara yang halal dan haram adalah suara tabuhan rebana." 
  
           Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda," barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah duduk mengitari meja makan yang di sana dihidangkan khamr."  

  (3). Tidak Boleh Ada Unsur Tabarruj Jahiliyah Dalam Merias Mempelai 
    
           "...Dan janganlah kalian bertabarruj seperti berhiasnya wanita-wanita jahiliyah yang dulu.." ( Al Ahzab 33).
    
           Mujahid (Murid dari Shahabat pentafsir Al Qur`an, Ibn Abbas) berkata," Yaitu wanita yang keluar memamerkan diri di antara kaum lelaki."Qotada(Murid Ibn Abbas Juga), berkata," Yaitu wanita yang berjalan dengan dibuat-buat dan memamerkan diri," Muqotil berkata," Tabarruj adalah wanita melepas kerudungnya di atas kepalanya, tidak mengikatnya sehingga terlihat kalung, anting dan lehernya." Al Imam AzZumakhsyari berkata," Hakekat Tabarruj adalah memaksakan diri menampakkan sesuatu yang wajib disembunyikan..."

           Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda,"Allah melaknat wanita-wanita yang menato, wanita-wanita yang minta ditato, wanita-wanita yang menyambung rambut, wanita-wanita yang menyukur bulu alisnya, dan wanita-wanita yang minta direnggangkan (dikikir) giginya agar terlihat bagus karena mereka telah mengubah ciptaan Allah." 

  (4).  Mempelai Selayaknya Ikut Melayani Tamu, Sehingga tidak Perlu Dipajang
    
           " Ketika abu Usaid As Sa`di menikah, dia mengundang Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para sahabatnya, istrinya yaitu Ummu Usaid, membuat makanan dan menyuguhkannya kepada mereka, iamerendam kurma di dalam bejana kecil pada malam harinya, setelah Rasulullah selesai makan,ummu Usaid mengaduk rendaman kurma itu lalu menyuguhkannya kepada Beliau." 

  (5).  Mencegah Terjadinya Ikhthilath (Pencampur bauran Tamu Laki-laki dan Perempuan)

           Rasulullah bersabda,"Sungguh seandainya ditusukkan jarum besi di kepala salah seorang di antara kalian adalah lebih baik baginya dari pada bersentuhan dengan wanita yang tidak halal baginya." 

           `Aisyah Radiyallahu Anha berkata,"Tidak demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan perempuan sama sekali dalam janji setia."  

  (6). Menghindari Kemubadziran dalam Menghias Tempat Dan yang Lainnya
    
           " Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara syaitan, dan adalah syetan sangat ingkar kepada Robnya."(Al Israa` 27)

           Salim ibnu Abdullah Ibn Umar berkata,"Aku menjadi pengantin saat ayah masih hidup. Abu ayub al anshari termasuk orang yang kami undang, sementara orang-orang menutup dinding rumahku dengan permadani yang indah berwarna merah....., Abu Ayub kemudian berkata,"Aku tidak mau memakan hidangan yang kamu suguhkan. Aku tidak mau memasuki rumahmu..."

________________________

  1. Meriwayatkannya Abu dawud. Al Alabani berkata:"hasan. Lihat takhrijnya dalam jilbaabul Mar`ah Muslimah fii Kitabi was Sunnah
  2.  Muttafaqun `Alaih. Meriwayatkannya Bukhari dan Muslim.lihat Al Hafidz Ibnu Hajar (Kitab Nikah, Bab Hal Walimah) 
  3. Meriwayatkannya Muslim, lihat Al Hafidz ibn Hajar (Kitab Nikah, Bab Hal Walimah) 
  4. Muttafaqun Alaihi.diriwayatkan oleh Al Bukhori dan Muslim. lihat Al Hafidz Ibnu Hajar 
  5. Diriwayatkan oleh Abu Dawud(1/322), Attirmidzi (II/171), Ibnu Majah(1/289), Ahmad(II/38).Al Albani berkata:"Memang hadits ini shahih sebagaimana penilaian keduanya (Al hakim dan Adzzahabi)
  6. Muslim(VII/122), Abu Dawud(II/135), Attirmidzi(IV/281) yang menilai hadits ini shahih 
  7. Diriwayatkan oleh Ahmad (V/359), Atthabari (I:112/1), Ibnu asyakir(II:124/15). Alhafidz Ibnu hajar berkata bahwa hadits ini bisa dijadikan hujjah/dalil 
  8. Diriwayatkan oleh ibnu hibban (1285), Ath Thabrani (I/1/69), Al Albani berkata: "Sanad hadits ini hasan. Para periwayatnya terkenal tsiqoh, kecuali ibnu aswad. ibnu abi hatim berkata, "dia itu syaikh.". ibnuhiban memasukkan dalam Ats Tsiqot (II/145). Al Hakim dan Ibnu daqiqil menilai ini Shahih
  9. Diriwayatkan oleh Buchari(IX/189-194), Albaihaqi (VII/260). Lafadz ini ada pada baihaqi 
  10. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Tarmidzi 
  11. Diriwayatkan oleh Al Bukhori (IX/200, 205, 206) 
  12. Diriwayatkan oleh Abu Ya`la dengan sanad hasan di Alfath (IX/199). Hadits yang semakna dalam Shahih Bukhari (VII/387).
  13. Diriwayatkan oleh Al Bukhari (IV/232;VII/89;IX/95,190-192) 
  14. Mentakhrijnya Al Bukhari (VII/387) dan lafadz ini ada pada riwayatnya, Muslim (IV/147). 
  15. Diriwayatkan oleh Muslim (IV/154), dan Al Baihaqi (VII/128) dari abu hurairah secara marfu, tetapi Al Bukhari meriwayatkannya  secara mauquf.namun demikian Ibnu Hajar menilai periwayatan Albukhori secara Marfu` di dalam Fathul Bari. 
  16. Telah ditakhrij pada nomor (14) di atas. 
  17. Diriwayatkan oleh Muslim (IV/153), An Nasa`I dalam Al Qubra(II/62), Ahmad (II/507),Al Baihaqi (VII/263), dari abu Hurairah secara marfu`. 
  18. Diriwayatkan oleh Abu dawud, At Tirmidzi, An Nasa`I, Ibnu Majah dan Al hakim dari abu Hurairah. Alhakim berkata:"Hadits ini shahih menurut syarat Al Bukhari dan Muslim 
  19. Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim, Tambahan dalam kurung ada pada riwayat Muslim.
  20. Diriwayatkan oleh Ahmad dan At Tirmidzi, hadits marfu`dari Abdullah ibn Ukaim. 
  21. Diriwayatkan Oleh Al Bukhari dalam Shahihnya, dari `Aisyah. 
  22. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Al Albani berkata," Hasan.lihat takhrijnya dalam  Gholil fii Takhriijil Ahaaditsi Manaaris Sabil (1995). 
  23. Diriwayatkan oleh An Nasa`i(II/91), At Tirmidzi (II/170), Ahmad (III/418).Al Albani berkata: "Hasan", Lihat Al Irwa` (1994). 
  24. Diriwayatkan oleh Ahmad Dan At Tirmidzi, dari Umar Bin Khottob. Al Hakim menilai hadits ini Hasan.
  25. Diriwayatkan oleh Al Bukhari (X/306,310, 311 dan 312). 
  26. Diriwayatkan oleh Al Bukhari (IX/200, 205 dan 206). 
  27. Meriwayatkannya At Thabrani dan Al Baihaqi dari Ma`qil Ibn Yasar. Al Albani berkata "Hasan" lihat dalam Silsilatul Ahaadits Ash Shahiihah (226) 
  28. Muttafaqun Ilaih. Bukhari dan Muslim   
  29. Meriwayatkannya At Thabrani (I/192/2), Ibnu Asakir (V/218/2). Al Marwazi (II/19) mengatakan bahwa Imam Ahmad berhujjah dengan Hadits ini.


diambil dari : KUMPULAN NGAJI

Read more >>

Monday, April 18, 2011

Adab-adab dalam berMajelis atau berHalaqoh


Risalah Islam bukanlah merupakan risalah setempat dan terbatas, yang khusus bagi suatu generasi atau suku bangsa tertentu seperti risalah-risalah sebelumnya, tetapi Islam adalah risalah yang universal dan sempurna, yang mencakup segala aspek kehidupan, baik perseorangan maupun kolektif, mulai dari perkara ibadah, hukum, politik, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya. Kesempurnaan Islam ini tidak luput membahas tentang adab-adab dalam bermajelis, dimana tidak sedikit dari kaum muslimin, terutama para aktivis muslim, bermajelis dan bermusyawarah dalam kesehariannya. Mengetahui adab-adab dalam majelis adalah suatu keniscyaan dan keutamaan tersendiri sebagai pengejawantahan firman Allah ta’ala :
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al Israa’ 17 : 36). Dan sabda Nabi shalllahu ‘alaihi wa sallam : “Menuntut ilmu wajib bagi tiap Muslim”. Maka adalah kewajiban bagi seorang muslim untuk mengetahui ilmunya terlebih dahulu sebelum beramal, sebagaimana Imam Bukhari telah menjadikan bab العام قبل القول والعمل “Ilmu sebelum berkata dan beramal”.

Berikut ini adalah adab-adab dalam bermajelis :


1. Mengucapkan salam kepada ahli majelis jika ia hendak masuk dan duduk pada majelis tersebut, hendaknya ia mengikuti majelis tersebut hingga selesai. Jika ia hendak meninggalkan majelis tersebut, ia harus meminta izin kepada ahli majelis lalu mengucapkan salam.

2. Tidak menyuruh seseorang berdiri, pindah atau bergeser agar ia menempati tempat duduknya, dan selayaknya bagi ahli majelis yang telah duduk dalam majelis merenggangkan tempat duduknya, agar seseorang yang mendatangi majelis tadi mendapatkan tempat duduk. Hal ini sebagaimana dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
لا يقيمن أحدكم رجلا من مجلسه ثم يجلس فيه, ولكن توسّغوا او تفسّحوا
“Janganlah kalian menyuruh temannya bangkit dari tempat duduknya, akan tetapi hendaklah kamu memperluasnya.” (Muttafaq ‘alaihi).
3. Tidak memisahkan dua orang yang sedang duduk agar ia dapat duduk di tengah-tengahnya, kecuali dengan seizinnya, sebagaimana dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
لا يحلّ لرجل أن يفرّق بين إثنين إلا بإذنها
“Tidak halal bagi seorang laki-laki duduk di antara dua orang dengan memisahkan mereka kecuali dengan izinnya.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi, hadits Hasan)
4. Apabila seseorang bangkit dari tempat duduknya meninggalkan majelis kemudian kembali lagi, maka ia lebih berhak duduk di tempat yang ditinggalkannya tadi. Sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
إذا قام احدكم من مجلس ثم رجع إليه فهو أحقّ به
“Apabila seseorang bangkit dari duduknya lalu ia kembali, maka ia lebih berhaq duduk di tempatnya tadi.” (HR Abu Dawud dan Turmudzi, hadits Hasan)
5. Tidak duduk di tengah-tengah halaqoh/majelis, dalilnya “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam  melaknat orang yang duduk di tengah-tengah halaqoh.” (Abu Dawud)
6. Seseorang di dalam majelis hendaknya memperhatikan adab-adab sebagai berikut :
  • Duduk dengan tenang dan sopan, tidak banyak bergerak dan duduk pada tempatnya.
  • Tidak menganyam jari, mempermainkan jenggot atau cincinnya, banyak menguap, memasukkan tangan ke hidung, dan sikap-sikap lainnya yang menunjukkan ketidakhormatan kepada majelis.
  • Tidak terlalu banyak berbicara, bersenda gurau ataupun berbantah-bantahan yang sia-sia.
  • Tidak berbicara dua orang saja dengan berbisik-bisik tanpa melibatkan ahli majelis lainnya.
  • Mendengarkan orang lain berbicara hingga selesai dan tidak memotong pembicaraannya.
  • Bicara yang perlu dan penting saja, tanpa perlu berputar-putar dan berbasa-basi ke sana ke mari.
  • Tidak berbicara dengan meremehkan dan tidak menghormati ahli majelis lain, tidak merasa paling benar (ujub) dan sombong ketika berbicara.
  • Menjawab salam ketika seseorang masuk ke majelis atau meninggalkan majelis.
  • Tidak memandang ajnabiyah (wanita bukan mahram), berbasa-basi dengannya, ataupun melanggar batas hubungan lelaki dengan wanita muslimah bukan mahram, baik kholwat (berdua-duaan antara laki-laki dan wanita bukan mahram) maupun ikhtilath (bercampur baur antara laki-laki dan perempuan bukan mahram).
7. Disunnahkan membuka majelis dengan khutbatul hajah sebagaimana lafadhnya dalam muqoddimah di awal risalah ini, dimana Rasulullah r senantiasa membacanya setiap akan khuthbah, ceramah, baik pada pernikahan, muhadharah (ceramah) ataupun pertemuan, dan sunnah inipun dilanjutkan oleh sahabat-sahabat lainnya dan para as-Salaf Ash-sholeh.
8. Disunnahkan menutup majelis dengan do’a kafaratul majelis. Lafadhnya adalah sebagai berikut :
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك (حديث صحيح رواه ترمذي)
Artinya : “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Turmudzi, Shahih). Diriwayatkan pula oleh Turmudzi, ketika Nabi ditanya tentang do’a tersebut, beliau menjawab, untuk melunturkan dosa selama di majelis.
Disarikan dari artikel “Adabul Majelis dan Kesalahan-kesalahannya”, Maktabah Abu Salma.
Ditulis oleh : Ibnu Burhan at Tirnaty


diambil dari : Sadat Weblog

Read more >>

Thursday, April 7, 2011

Do'a Rezeki Do'a yang Dipanjatkan Setelah Sholat Dhuha



ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHALIHIN.


Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.


Read more >>

Friday, March 25, 2011

Kultwit #Lelaki dan #Wanita oleh @salimafillah

Kultwit #Lelaki oleh @salimafillah


1. Sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik perilakunya pada isteri. Akulah yang terbaik pekerti pada isteriku.” (HR At Tirmidzi) #Lelaki

2. “Tidaklah memuliakan wanita, kecuali lelaki mulia. Dan yang menghinakan wanita, pastilah lelaki hina.” (HR At Tirmidzi) #Lelaki

3. Allah merahmati suami yang bangunkan isterinya tuk shalat, jika sulit dipercikkannyalah air ke wajah. -dan sebaliknya- (HR Ahmad) #Lelaki

4. Nabi bolehkan dusta dalam 3 perkara: perang, mendamaikan 2 orang berselisih, & kalimat suami MENYENANGKAN isterinya. (HR Ahmad) #Lelaki

5. “Jadilah seperti kanak-kanak jika di hadapan isteri-isteri kalian.” (‘Umar ibn Al Khaththab) #Lelaki

6. Nikahkan anakmu dengan pria taqwa. Jika cinta, dia akan memuliakannya. Pun jika tidak, dia takkan menyakitinya. (Hasan ibn ‘Ali) #Lelaki

7. Panggilan sayang Nabi untuk isteri: Khumaira (yang pipinya merona), ‘Aisy (yang penuh daya hidup), Muwaffaqah (yang dapat taufiq) #Lelaki

8. Nabi, Saudah, ‘Aisyah, & Hafshah bercanda dengan saling lempar serta saling mengoleskan kue-kue manis ke wajah. (HR Abu Ya’la) #Lelaki

9. Cinta selalu membutuhkan kata. Ia gelombang, menggores langit hati hingga memelangi. Ungkapkan: puisi, surat, lagu. @anismatta ) #Lelaki

10. Tulis di kertas hati merah jambu sejuta alasan mencintai isteri, tempel di kamar mandi, ranjang, dapur, rak, meja rias dll. #BMC #Lelaki

11. “Sepuluh perkara termasuk fitrah: menggunting kumis, merawat janggut, bersiwak, kumur-kumur, memotong kuku, beristinja’…cont #Lelaki

12. “..membasuh lipat jemari & cuping telinga, mencabut bulu ketiak, mencukur rambut kemaluan, menghisap air ke hidung.” (HR Muslim) #Lelaki

13. Sesungguhnya para isteri suka jika kalian berdandan untuk mereka, sebagaimana kalian suka mereka berrias untuk kalian. (‘Umar) #Lelaki

14. ‘Aisyah: “Nabi suka meletakkan kepala di pangkuanku lalu kukeramasi kepalanya dan kusisiri rambutnya.” (HR ‘Abdurrazaq) #Lelaki

15. Nabi harumkan tubuh mulai dari bagian ‘aurat dengan serbuk pewangi, lalu isterinya meminyaki bagian tubuh lain. (HR Ibnu Majah) #Lelaki

16. Nabi mencium isterinya setelah berwudhu’ lalu beliau shalat tanpa mengulang wudhu’ (HR ‘Abdurrazaq) -Juga saat puasa- (HR Ahmad) #Lelaki

17. Nabi punya selimut yang senantiasa dicelup dengan wars & za’faran wangi. Beliau gilirkan untuk isteri-isterinya. (HR Al Khathib) #Lelaki

18. ‘Aisyah: “Nabi minum dari sudut gelas tempatku meletakkan bibir & menggigit bersama tuk daging, zaitun & anggur.” (HR An Nasa’i) #Lelaki

19. ‘Aisyah: “Aku mandi bersama Nabi sebejana..” (HR Muslim) Umm Salamah: “..Kami canda berebut air di bejana.” (HR Ibn Abi Syaibah) #Lelaki

20. Nabi memencet hidung ‘Aisyah jika dia marah, mencium keningnya, lalu menuntunnya berdoa dengan lembut. (HR Ibnu Sunni) #Lelaki

21. “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR Abu Dawud) #Lelaki

22. Nabi diundang jamuan, maka bertanya, “Apakah ‘Aisyah juga diundang?” Dijawab tidak, tak datang. Dijawab ya, datang. (HR Muslim) #Lelaki

23. ‘Aisyah: “Nabi suka meletakkan kepala di pangkuanku walau aku haidh, lalu beliau membaca Al Quran.” (HR ‘Abdurrazaq) #Lelaki

24. Nabi suka saling bersandar punggung dengan ‘Aisyah lalu memintanya melafalkan syair, kemudian dibahas bersama. (HR Al Baihaqi) #Lelaki

25. Nabi lomba lari dengan ‘Aisyah. Setelah dulunya kalah, satu saat beliau ungguli ‘Aisyah. Beliau godai sambil senyum. (HR Ahmad) #Lelaki

26. Saat orang Habsyi bertari tombak di Masjid, Nabi & ‘Aisyah menonton dengan saling beradu bahu serta menempel pipi. (HR Ahmad) #Lelaki

27. Anas: “Kulihat Nabi menata mantel di pelana. Beliau duduk & Shafiyyah meletakkan lututnya di atas lutut beliau.” (HR Al Bukhari) #Lelaki

28. “Pilihlah tetangga sebelum memilih rumah, pilihlah kawan sebelum memilih jalan, siapkan bekal sebelum berangkat” (HR Al Khathib) #Lelaki

29. Sa’d ibn ‘Ubadah masyhur sbg pencemburu. Nabi: “Aku lebih pencemburu dari Sa’d & Allah lebih pencemburu dariku.” (HR Al Bukhari) #Lelaki

30. “..Cemburu yang disuka Allah adalah keraguan yang menguatkan ikatan. Cemburu yang dibenci ialah yang menghakimi.” (HR An Nasa’i) #Lelaki

31. ‘Aisyah: “Pekerjaan pertama yang dilakukan Nabi saat masuk rumah adalah bersiwak demi bersegar nafas tuk keluarga.” (HR Muslim) #Lelaki

32. “Yang sangat aku cinta dari dunia ini adalah isteri & wewangian. Dan dijadikan shalat sebagai penyejuk mataku.” (HR Al Baihaqi) #Lelaki

33. “Lima fitrah #Lelaki: istihdaad (cukur rambut kemaluan), khitan, memangkas kumis, mencabut bulu ketiak, memotong kuku.” (HR Al Jama’ah)

34. #Lelaki terindah di mata wanita bukanlah yang paling tampan, melainkan yang bisa membuat Sang Hawa merasa tercantik di dunia.

35. #Lelaki tergagah di hati wanita bukanlah yang paling kekar, melainkan yang mampu mendengarkan, memahami, & mengerti curahan hatinya.

36. #Lelaki teragung di jiwa wanita, bukan cuma yang rajin shalatnya, melainkan yang ketekunan ibadahnya membuahkan akhlaq mulia.

37. #Lelaki tershalih bg wanita, bukan sekedar yg banyak ilmu agama&hafal Qurannya, melainkan yang ke2 hal itu teterjemah di kepribadiannya.

38. #Lelaki hebat berjuang melampaui wataknya. Seperti Abu Bakr; lembut & santun tapi tak jadi lembek. Dia teguh & tegar.

39. #Lelaki kuat berjibaku menggenapkan sifatnya. Seperti ‘Umar yang keras; dia tak beringas. Dia paling penyayang pada ummat yang dipimpin.

40. #Lelaki mengagumkan berkorban jiwa raga tuk sempurnakan karakternya. Seperti ‘Utsman yang pemalu, egonya diruntuhkan kedermawanan.

41. #Lelaki dahsyat memahami konsekuensi penampilannya. Seperti ‘Ali yang periang & easy going; dia singa saat perang, rahib di gelap malam.

42. #Lelaki terkaya di angan wanita bukanlah yang terbanyak hartanya, melainkan dia yang penuh syukur pada Tuhannya, berjuang bagi keluarga.

43. #Lelaki sejati memilih BANGUN dan bukan jatuh, untuk cintanya. Agar cintanya menjadi istana megah menjulang, tinggi menggapai surga.

44. #Lelaki hebat tak suka berjanji. Tapi begitu memutuskan mencinta, dia menyusun rencana tuk memberi & bekerja mewujudnya walau tersunyi.

45. #Lelaki bahagia adalah Salman; cinta tak bersambut bukan kepedihan. Dia sokong Abud Darda’ sahabatnya, menikahi gadis yang dicintanya.

46. #Lelaki jantan itu ‘Ali; tak memintamu menunggu di batas waktu. Dia ambil kesempatan (itu keberanian), atau menyilakan (itu pengorbanan)

47. #Lelaki jernih itu Zaid ibn Haritsah; dia yang anak angkat Nabi menikahi Ummu Aiman, ibu asuh Baginda; sebab gairahnya adalah surga.

48. #Lelaki sederhana itu ‘Abdurrahman ibn ‘Auf; si kaya nan penampilannya tak beda dengan budaknya, khawatir surga tak terbayar oleh harta.

49. #Lelaki bernyali itu Thalhah; yang saat 70 luka mengoyak badannya berdoa, “Rabbi, ambil darahku sekehendakMu, sampai Kau ridha padaku!”

50. #Lelaki adil itu Abu ‘Ubaidah; musuh nan ditaklukkannyapun berkata, “Kami lebih suka kalian kalahkan daripada menang bersama Byzantium!”

51. #Lelaki teliti itu Khalid. “Tak kulewati lembah, bukit, sungai, & apapun tempat melainkan kufikirkan strategi yang kupakai di sana!”

52. #Lelaki jujur itu Mubarak; 3 bulan menjaga kebun anggur tak ditahunya beda matang, busuk, & ranum; sebab tak sekalipun dia mencicipi.

53. Mubarak, #lelaki lugu itu diambil menantu oleh tuannya sebab kebaikan agama, lalu lahirlah putranya sang ‘Alim-Zahid-Mujahid: ‘Abdullah.

54. #Lelaki hati-hati itu Idris, ayah Asy Syafi’i, nan tak sengaja makan delima terhanyut lalu rela menikahi ‘buta-tuli-bisu’ demi halalnya.






Kultwit #Wanita oleh @salimafillah

1. Umm Salamah bertanya pada Nabi mengapa #Wanita tak disebut Al Quran secara khusus layaknya lelaki. Maka turunlah QS 33: 35 (HR Ahmad)

2. “Sesungguhnya #wanita adalah belahan tak terpisahkan (yang setara) dari kaum pria.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ad Darimi, Ibn Majah)

3. “Mukmin tersempurna imannya a/ yang terbaik akhlaqnya. Yang terbaik di antara kalian a/ terbaik memperlakukan #Wanita.” (HR At Tirmidzi)

4. “Sesiapa punya anak #Wanita, dididik baik-baik, diajarkan akhlaq terpuji, dinikahkan dengan lelaki shalih; baginya 2 pahala.” (HR Muslim)

5. “Urut pertama yang harus ditaati #Wanita adalah suaminya. Dan yang pertama harus ditaati lelaki adalah ibunya.” (HR Al Bazzar & Al Hakim)

6. “..Mati di jalan Allah itu syahid, terkena wabah & tenggelam syahid. #Wanita yang mati melahirkan ditarik anaknya ke surga.” (HR Muslim)

7. #Wanita hamil, melahirkan, menyusui, menyapih; mendapat pahala seperti terluka di jalan Allah. Mati di masa itu syahid. (HR Ibn Al Jauzy)

8. Nabi a/ nan pertama membuka pintu surga. Seorang #Wanita mendahului beliau; ternyata dia mengasuh yatim sepeninggal suami. (HR Abu Ya’la)

9. “#Wanita yang hamil, melahirkan, & menyayangi anak; lalu dia menegakkan shalat & tak durhakai suami, pastilah masuk surga.” (HR Al Hakim)

10. Anak dari rahim #wanita & menyusu darinya, jika bercerai maka si ibu lebih berhak atasnya selama belum menikah lagi. (HR Ahmad, dll)

11. #Wanita nan bersedekah pada suami & anak yatim dalam tanggungannya mendapat 2 pahala; pahala sahadaqah & menyambung kerabat. (HR Muslim)

12. “..Lelaki itu pemimpin keluarga, #wanita pemimpin rumahtangga suami & anak2nya. Tiap kalian pemimpin & dimintai tanggungjawab” HR Muslim

13. “..Dia memasak makananku, mencuci bajuku, & merawat anak-anakku; padahal semua BUKAN kewajiban atasnya. Sabarlah atas #Wanita..” (‘Umar)

14. #Wanita hebat itu Hajar, ditinggalkan bersama bayi di terik gurun mematikan: “Jika ini perintahNya, Dia takkan pernah menyiakan kami.”

15. Kita tahu, kalimat itu sulit & berat sebab dia #Wanita bersama bayi merah & sergapan rasa menggulung; takut, sedih, kecewa & cemburu.

16. Dan kalimat iman tak serta-merta membuat langit turunkan keajaiban. #Wanita itu diuji, maka berpayah dia lari-lari 7 kali Shafa-Marwah.

17. Proklamasi iman #Wanita itu mengabadi; tanpanya kita tak bersa’i, tak jumpa zamzam, tak berjumrah & tak ber-“Kama Shallaita” di tahiyat.

18. Hajar adalah #Wanita mulia, & di sisinya pun ada suami & anak yang mulia. Tapi bagaimana jika kau bersuamikan lelaki nan jahat & keji?

19. Mari mengaca pada Asiyah, #Wanita di sisi Fir’aun itu. Ujian iman dimulai dari sosok terdekat yang seharusnya jadi pelabuhan rasa.

20. Dan #Wanita teguh itu menemukan manisnya pengaduan pada Rabb semesta alam; “Bangunkan untukku rumah di sisiMu, di surga terjanji itu.”

21. Selanjutnya inilah #Wanita suci, ahli ibadah pelayan ummat yang tak pernah disentuh lelaki. Maka Allah memilihnya jadi keajaiban zaman.

22. Dan bukankah tiap karunia hakikatnya ujian, pun begitu pada Maryam. #Wanita suci itu menanggungkan aib, rasa malu, & beratnya beban.

23. Tapi begitulah iman. Ia tak menjamin tuk selalu berlimpah & tertawa. Ia hanya hadirkan lembut sapaNya di tiap dera yang menimpa. #Wanita

24. #Wanita itu diabadikan Surat bernada merdu dalam Quran; Maryam. Najasyi, para uskup Habasyah & semua pencinta pasti cucurkan air mata.

25. Lalu hadirlah Khadijah. #Wanita yang segala kata membisu di depan keagungannya. Janda mulia itu memilih si lelaki terpuji tuk hidupnya.

26. Lalu dimulailah perannya sebagai #Wanita yang menegakkan punggung suami di hadapan zaman, menyediakan rengkuh lembut & kelapangan hati.

27. Turunnya wahyu I serasa memikulkan sepenuh bumi ke pundak Muhammad, #Wanita itu menyambut gemetarnya dengan selimut, lembut tanpa tanya.

28. “Khadijah, #Wanita itu beriman padaku saat semua ingkar, dia serahkan hartanya ketika semua bakhil”, kenang Muhammad bertahun kemudian.

29. Dari #Wanita ini lahir Fathimah, penghulu surgawati berikutnya. Satu hari, setimbun isi perut unta ditumpahkan ke kepala Nabi nan sujud.

30. Beliau tak bangkit, hingga #Wanita belia itu datang mengusap & menyeka penuh tangis haru. “Tenang Fathimah, Allah takkan siakan ayahmu.”

31. #Wanita itu menuntun ayahnya pulang, disekakannya air hangat, dibakarkannya perca untuk hentikan darah di luka. Lalu disilakannya rehat.

32. Penuh nyali #Wanita itu kembali ke Ka’bah, ditudingnya para pemuka Quraisy yang tertawa-tawa hingga mereka terkesiap. Lalu dia bicara.

33. “Ayahku Al Amin, akhlaqnya mulia, & tak sekalipun dia pernah rugikan kalian..”, #Wanita itu terus bicara & mereka khusyu’ mendengarkan.

34. Fathimah; dia puteri Nabi setara raja, tapi pelayanpun tak punya. Dia isteri pahlawan, tapi tangannya melepuh menggiling gandum. #Wanita

35. #Wanita ini ibu dari 2 penghulu pemuda surga, tapi rumah cahaya itu roti berbukanya sering tandas tersedekahkan hingga lapar menyergap.

36. Mari jua mentakjubi ‘Aisyah. #Wanita cerdas ini ahli tafsir, sejarah, faraidh, meriwayatkan 4000-an hadits, & hafal ribuan bait syair.

37. Ajaibnya, #wanita bergelar Ash Shiddiqah binti Ash Shiddiq (Nan amat jujur puteri pembenar kebenaran) menguasai itu semua sebelum 18 th.

38. Kehadiran #Wanita ini menjadikan hidup Sang Nabi warna-warni; cantiknya, cerdas-lincahnya, cemburu, juga iri & fitnah yang mengguncang.

39. Madinah jadi indah dengan ilmunya. Bashrah bergelora dengan khuthbah-khuthbahnya menuntut-bela pembunuhan ‘Utsman kepada ‘Ali. #Wanita

40. Berikutnya Ummu Sulaim. #Wanita ini dipinang Abu Thalhah. “Engkau lelaki yang sulit ditolak”, ujarnya, “Hanya saja aku ini muslimah.”

41. “Andai kau tinggalkan berhala & menjadi muslim”, lanjut #Wanita itu, “Maka cukuplah islammu jadi maharku. Takkan kuminta selain itu.”

42. #Wanita itu menyerahkan puteranya, Anas ibn Malik, untuk berkhidmat pada Nabi demi beroleh ilmu, tertular akhlaq, & terlimpahi berkah.

43. Satu hari, putra tersayangnya sakit keras, padahal Abu Thalhah si suami hendak pergi. #Wanita itu melepasnya dengan senyum menentramkan.

44. Ummu Sulaim melepas Abu Thalhah, menenangkan tuk bertawakkal pasrahkannya pada Allah. Saat sang suami pergi, anak itu meninggal. #Wanita

45. Ummu Sulaim meminta para pelayan tak bicara, mereka disuruh bersihkan & hiasi rumah. Dia sendiri yang akan sampaikan pada suami. #Wanita

46. Dimandikanlah sang anak lalu dibaringkan & diselimuti di kamar seakan tidur lelap. #Wanita ini lalu memasak istimewa & berdandan cantik.

47. Ketika suaminya pulang, disambutlah mesra. Lelaki itu bertanya: “Bagaimana anak kita?” Si #Wanita senyum & jawab: “Sudah lebih tenang.”

48. Sang suami percaya setelah menengok kamar puteranya. Lalu dia makan dengan lahap dilayani isterinya, bahkan lalu pengantinan. #Wanita

49. Setelah puas, berbaringan mereka di ranjang. Umm Sulaim: “Apa pendapatmu jika seseorang menitipkan suatu barang pada kawannya..” #Wanita

50. “..Bolehkah yang dititipi menolak mengembalikan saat si penitip memintanya?” Si suami tersenyum: “Tentu tidak boleh begitu..” #Wanita

51. Ummu Sulaim: “Ketahuilah, Allah yang menitipkan anak pada kita, & Dia kini mengambilnya kembali. Sabarlah duhai Abu Thalhah.” #Wanita

52. “Apa?!”, seru sang suami tersentak. Dia lalu tergugu, “Sesudah sambutan mesra, makanan lezat, & kepuasan ini kamu baru bicara?!” #Wanita

53. Keesokan paginya seusai memakamkan jenazah, Abu Thalhah mengadukan halnya pada RasuluLlah. Beliau tersenyum & menepuk bahunya. #Wanita

54. “Pengantinankah semalam?”, tanya beliau. Abu Thalhah mengangguk malu. “Semoga Allah berkahi malam kalian berdua dengan karunia.” #Wanita

55. Dari malam itu Ummu Sulaim hamil. Lalu lahirlah ‘Abdullah ibn Abi Thalhah. Darinya: 7 cucu nan hafizh Quran & Faqih sejak belia. #Wanita

56. Itulah keberkahan #Wanita shalihah lagi mukminah, yang ahli ibadah, yang pandai menjaga amanah atas rumahtangga suami & aturan Allah.

58. #Wanita terindah di mata lelaki, adalah mereka yang membuat cemburu bidadari; kecantikannya merasuk ke jiwa, melintas batas usia.

59. #Wanita paling kemilau dipandang pria, adalah dia yang mahkotanya fikiran jernih, liontin kalungnya hati yang ridha, gelangnya qana’ah.

60. #Wanita paling hebat di hati suaminya adalah dia yang senyumnya menyembuhkan, tatapannya meneduhi, & sambutannya menyegarkan.

61. #Wanita paling berharga adalah ahli Matematika: mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga, membagi kesedihan sampai tak berarti.

62. #Wanita yang bernilai itu pandai berhitung: menambah keyakinan hingga utuh, mengurang kegalauan hingga habis.

63. #Wanita langit yang singgah hidup di bumi; wajahnya mengingatkanmu akan surga, ibadah & bangun malamnya menghubungkanmu dengan Ilahi.

64. #Wanita musuh syaithan mengecup mesra tanganmu, melepasmu bekerja dalam bisik syahdu, “Kami lebih sabar lapar daripada makan tak halal.”

65. #Wanita yang ditakjubi malaikat itu berilmu & berkeadaban; dibaringkannya sang suami di pangkuan, disimak & dibetulkannya hafalan Quran.

66. #Wanita yang dirindu surga, tuan putri para bidadari; ditunainya amanah Allah lahir & batin; sebagai anak, saudari, isteri, ibu & nenek.

67. #Wanita yang tak disudi neraka; syaithan gigit jari oleh syukurnya, putus asa oleh istighfarnya, tepok jidat oleh ridha suaminya.


Q - A

Justru tugas mertua adl membela menantu;) “@dyahwie: @salimafillah kalo ada konflik ibu mertua dan menantu berarti yg menang ibu mertua ya?”

^_^ Maafkan terlewat, ini dia: no 57. …………….. (speechless) #Wanita “@Lina_Lidia: @salimafillah untuk yang wanita no. 57 apa ya?”

Berjuta kata luruh di depan keanggunan:) “@oshincacing: apa? masih nunggu yang ke 57:) RT @salimafillah : ^_^ ini dia: no 57…. (speechless)



==============

Sebelumnya telah dirangkum, dan ini copy dari :

Read more >>